"Titian teras bertangga batu"
(Hadits Nabi dan firman Allah yang terkandung dalam Al-Quran merupakan undang-undang dari Allah)
Gambar 1. Cover
Seloko adalah sastra lama, sering disebut dengan tradisi lisan yang diciptakan, disebar-luaskan dan diwariskan secara lisan kepada masyarakat Jambi. Seloko adalah ungkapan tradisional yang berisi nasehat, amanat, yang disampaikan oleh pemuka adat secara lisan untuk memberikan tuntunan bagi keselamatan anggota masyarakat dalam pergaulan hidup dan kehidupan (Gafar, 2002).
Munir. et.al (2024) seloko adat are expressions containing messages that have ethical and moral values to be obeyed by society. The existence of seloko adat has spered well in the Jambi Malay society, the majority ethnic group, residing along and around the outskirts of the Batanghari River in Jambi, indonesia.
Penggunaan Seloko pada upacara adat pernikahan oleh masyarakat Jambi memiliki beberapa sintak dalam pelaksanaannya. Oleh karenanya, Seloko memiliki peran yaitu: (1) sebagai media menyampaikan rasa cinta kasih dalam pergaulan muda-mudi pada tahapan berusik sirih berguau pinang, (2) sebagai media menentukan pilihan jodoh pada tahapan pemilihan jodoh, (3) sebagai media komunikasi pada tahapan tegak batuik duduk bertanyo, ulur antar serah terima adat dan lembago, akad nikah, ulur antar serah terima pengantin, dan acara buka lanse, (4) sebagai media memberikan nasehat pada tahapan tunjuk ajar tegur sapo, (5) sebagai media minta maaf, (6) sebagai media informasi, dan (7) sebagai media menyampaikan doa pada tahapan pengumuman (Gafar, 2002)
Dalam penelitian Jannah, dkk. (2022) menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai seloko bertujuan untuk kemaslahatan hidup serta keterhindaran dari sesuatu yang buruk. Kemampuan masyarakat Desa Pemunduran Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi dalam pengaplikasian makna Seloko Adat Melayu Jambi bisa dikatakan sudah baik, hal ini dapat dilihat dari semua responden yang menjawab berusaha menerapkan pesan-pesan yang terkandung dalam Seloko Adat Melayu Jambi dalam kehidupan mereka.
Referensi:
Gafar, Abdoel. 2012. Peranan Seloko dalam Upacara Adat Perkawinan Masyarakat di Kota Jambi. Jurnal Pena. Vol.2 No. 3. https://online-journal.unja.ac.id/pena/article/view/1441Jannah, Zulpa Raudhotul, dkk. 2022. Literasi Seloko Adat Melayu Jambi Pada masyarakat Jambi. Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. DOI: http://dx.doi.org/10.33087/aksara.v6i0.454
Munir, M.I Al. 2024. Seloko adat as an identity and existence of the Jambi Malay society in Indonesia. Religion, Education, Science and Technology Towards a More Inclusive and Sustainable Future https://www.taylorfrancis.com/chapters/oa-edit/10.1201/9781003322054-30/seloko-adat-identity-existence-jambi-malay-society-indonesia-al-munir-habibullah-abbas-rusydy-jannah-masiyan
Gambar 1. https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.belbuk.com%2Fadat-melayu-jambi-adat-bersendi-syara-syara-bersendi-kitabullah-syara-mengato-adat-memakai%2Fproduk%2F70409&psig=AOvVaw23J7cpVaNEf7hxbAmhjDny&ust=1717078890176000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBIQjRxqFwoTCNjPy_CIs4YDFQAAAAAdAAAAABAK
Gambar 2. https://www.blogger.com/blog/post/edit/7652560217976555354/5951435742993712960#

